LIKUIDITAS CINTA

Juli 20, 2008

by:racH

bagiku kamu adalah aset
aktiva yang tiada ternilai
seperti reksadana yang beri banyak bunga
mengalir terus dalam pundi-pundi cinta
akan kugunakan jika butuh banyak dana

oh cintaku,belahan hatiku
kau adalah investasiku
mendapatkanmu adalah pengorbanan panjang
harus kurela meng-kredit seluruh sisa kas yang kumiliki
aku berharap takkan pernah rugi

akupun demikian,
usah kau risau sayangku
semua sudah kuperhitungkan
amortisasimu, nilai ekonomismu kutaksir hanya sekitar duapuluh tahun
sisanya,kamu adalah beban
yang harus kutanggung dan kurawat keberadaannya
berterimakasihlah padaku

kau pikir hanya diriku yang alami amortisasi?
kaupun alami depresiasi
ketika kulit mulai keriput,
wajah mulai kendur,
mata tak lagi melihat jelas,
telinga tak lagi mendengar jeli
aku bisa cari penggantinya, jika kumau…

sedangkal itukah cinta kita?
masih dapatkah ia diperhitungkan secara likuiditas?

semua tiada pernah kita mengerti,
tak pernah kita tahu apa yang terjadi esok nanti
cinta manusia hanya seujung jari,tidak abadi
bisa datang dan pergi sesuka hati
semua fana,
kita juga…

atau ketika semua terjadi diluar prediksi
dimana akal sehat tak lagi pegang kendali

ketika dunia tak lagi butuh uang
atau ceteris paribus tak lagi berlaku tetap
tak ada lagi yang bisa diperhitungkan
laba dan rugi sudah tak lagi punya arti
gantungkan saja cinta kita padaNya,,
mungkin dia bisa jadi penengah kita

kau benar,
mari kita lakukan rekonsiliasi pada neraca;
jika kau tulis sisi debit,aku kan mengisi sisi kredit
jika kau tulis sisi kredit,aku kan mengisi sisi debit
bukankah hidup juga demikian?
hidup harus seimbang bukan?

2 Tanggapan ke “LIKUIDITAS CINTA”

  1. cki berkata

    Cinta itu membebaskan
    Kalau cinta membuat ingin memiliki
    Ego telah memenjarakan
    Cinta sejati milik orang bodoh
    Cinta platonis
    Yang hanya memberi tak mengharapkan diberi
    (“hanya memberi tak harap kembali
    bagai sang surya menyinari dunia”)

  2. SETYA berkata

    GMN SIH KM BS NULIS,PDHL AQ PUNYA BANYAK IDE YANG KADANG PENGEN TAK TUANGKAN, PERNAH SI TAK COBA TULIS TAPI MANDEG,WALAU IDE MASIH SEGUDANG,TERKADANG TERASA HAMBAR.

Tinggalkan Balasan