MANUSIA DALAM KOPER

Juli 26, 2008

BY:RACH

trunki menggeliat. dibukanya tutup koper supaya dapat udara segar. dia adalah trunki,si manusia koper. trunki tinggal di dalam koper besar,usang dan berdebu. koper itu disimpan di loteng lantai tiga rumah Pak Abu. tidak ada yang tahu keberadaannya bahkan keluarga Pak Abu sekalipun. koper itu nyaman bersembunyi di balik tumpukan kardus-kardus tua digelayuti sarang laba-laba.

trunki tidur nyenyak di dalam koper sepanjang tahun. dia hanya keluar jika akhir tahun. ketika keluarga itu pergi mudik atau ketika libur tiba dan rumah jadi sepi. jika keluar ia akan mencari makan. tempat yang paling disukainya adalah kulkas. selain dingin,kulkas juga simpan banyak makanan yang bisa dipilih trunki sesuai selera. setelah makan ia akan berjalan-jalan. menjelajah rumah dari lantai satu sampai lantai tiga. trunki bahagia. jika bahagia dia akan tertawa lalu menari. menari sesuka hati. melompat dengan ceria diiringi alunan kaki. kemudian ia akan menonton tivi sambil meluruskan kaki—kaki yang selalu menekuk jika meringkuk di dalam koper akan terasa leluasa jika diluruskan. sejenak dia menikmati hari singkatnya di luar koper.

kali ini keluarga Abu pergi lama sekali. trunki jadi bosan setengah mati menonton tivi setiap hari. meski terkadang ia juga bermain dan menari tetap saja dia bosan. dipandangnya jendela di dekat tivi. alangkah indahnya pemandangan di luar sana. ada langit biru,pepohonan hijau juga orang-orang yang lewat,berjalan kesana kemari.

trunki ingin sekali keluar tapi ia teringat pesan ayah,ibu dan neneknya. mereka bilang kalau trunki hanya boleh keluar berjalan-jalan di dalam rumah Pak Abu ketika keluarga itu pergi.

“jangan sekali-kali keluar dari rumah,Trunki… berbahaya!”,pesan neneknya tegas.

Trunki sebenarnya ingin bertanya alasannya tapi ia hanya mengangguk saja ketika melihat wajah neneknya yang semakin menyeramkan memandangnya. ayah dan ibunya juga selalu berpesan hal yang sama—dengan wajah yang sama galaknya tentunya. akhirnya trunki mengurungkan niatnya. diputuskannya untuk kembali ke dalam koper saja.

koper itu lebih besar dari kelihatannya. ada dua lapis. lapis pertama mirip pada koper-koper pada umumnya berlatar kain berwarna hitam seperti tempat menyimpan pakaian. lapis di bawahnya dipisahkan oleh ritsleting yang dijahit memanjang. jika dibuka,di dalamnya ada ruangan yang sangat luas—seluas loteng yang ditempatinya kira-kira. dindingnya berwarna oranye dengan hiasan banyak foto di setiap sisinya. itu ruang bermain trunki. di dalamnya banyak sekali mobil-mobilan serta robot-robotan yang disimpan dalam rak besar. jika bosan,trunki bisa bermain game dengan layar seluas sisi dinding (pencet saja tombol di salah satu dinding maka secara otomatis akan langsung berubah menjadi layar).

meski begitu,trunki lebih suka habiskan waktunya dengan tidur seperti warga-warga Koperi lainnya—sebutan untuk manusia yang tinggal di dalam koper seperti dirinya. Ia tidur di lapisan paling atas yang seluas koper sambil menunggu ayah,ibu dan neneknya kembali. ayah,ibu dan neneknya tinggal di koper sebelah. nenek tinggal sendiri sedangkan ayah dan ibunya tinggal bersama dalam satu koper. koper mereka juga punya banyak ruangan seperti koper trunki. tapi sekarang koper itu kosong tak berpenghuni.

semua bermula dari nenek yang keluar mencari makanan. karena kulkas Pak Abu kosong,maka ia pamit untuk pergi ke pasar. ayah dan ibu semula melarang,takut kalau terjadi bahaya pada nenek. nenek berkeras untuk pergi. ibu ingin menemani tapi nenek menolaknya. akhirnya siang itu nenek pergi sendiri. dua hari berlalu,nenek belum juga kembali. ayah dan ibu bingung sekali. tiga hari berlalu,ayah dan ibu memutuskan untuk mencari nenek bersama. trunki ditinggal sendiri. kata ibu,tidak lama. ayahnya juga berkata hal yang sama. “apapun yang terjadi jangan pernah keluar rumah,trunki. kalau kau ingin berjalan-jalan tunggulah sampai rumah sepi”,pesan ayahnya. mereka akan segera temukan nenek lalu kembali. namun hingga hari ini mereka belum juga tiba di rumah.

trunki menggeliat malas. jam di dinding loteng berdentang tujuh kali. itu berarti hari sudah kembali pagi tapi rumah masih sepi. Pak Abu dan keluarganya belum juga pulang. begitu juga dengan Ayah,Ibu dan Neneknya. Trunki hanya bermain seorang diri,kesepian sekali. Ia kembali menari tapi hanya sebentar karena ia tahu perasaannya sedang tak menyenangkan hari ini.

Trunki turun untuk menonton tivi. Ia kemudian ingat kalau hari ini hari ulangtahunnya. hari yang sama dengan ulang tahun ayah dan ibunya. harusnya ibu ada di sini memasak banyak makanan buatnya. juga ayah yang memberikan kado-kado untuknya. sedangkan nenek selalu membuatkan manisan enak yang banyak. trunki menangis. dia lapar sekali dan rindu keluarganya. kulkas Pak Abu isinya sudah hampir kosong. tak ada yang bisa banyak dimakan kecuali es batu dan beberapa helai daun sawi. dipandangnya jendela. dia harus pergi! dia harus keluar,pikirnya. trunki sudah habis kesabaran. dia putuskan untuk keluar rumah meski ayah,ibu dan nenek sudah berkali-kali mengingatkan dan melarangnya.

pintu rumah Pak Abu yang berada di lantai satu berderak terbuka. seorang anak kecil menutupkan salah satu lengannya menghalangi matanya. trunki silau menghalau sinar matahari pagi yang menerpa wajahnya. dibuka matanya perlahan,tak percaya dengan pemandangan dihadapannya. langit biru,pepohonan hijau dan kicau burung yang merdu… trunki melangkah meninggalkan rumah.

**

tidak banyak yang tahu kalau keluarga Pak Abu pindah ke rumah yang baru. rumah lama yang berlantai tiga itu dijual pada seorang pengusaha kaya raya, Pak Tona namanya. hari ini mereka akan mulai menghuni rumah tua itu.

Pak Tona adalah seorang pengusaha sirkus. dia punya lima kelompok sirkus besar yang berkembang di kota. kelompok sirkusnya sering sekali melakukan perjalanan dan pertunjukan di berbagai penjuru negeri. pertunjukan yang paling digemari saat ini adalah Manusia Koper. pertunjukan manusia yang sanggup melipat dirinya masuk ke dalam koper. pertunjukan itu laris sekali hingga banyak penonton rela antri dalam barisan panjang yang tak pernah berkurang.

pemilik sirkus itu sedang mencari Manusia Koper lagi supaya pertunjukannya makin laris. yang didengar dari anak buahnya,ada jenis Koperi yaitu manusia setengah peri yang tinggal di dalam koper-koper tua tersembunyi. jumlahnya sekarang sudah tak banyak lagi. hanya tinggal beberapa puluh saja di negeri ini sisanya sudah lama mati karena terdesak manusia yang makin banyak jumlahnya.

Pak Tona mengangguk-angguk mengerti. asap cerutunya membumbung tinggi memenuhi langit-langit. “kalau begitu cari Koperi-Koperi itu sekarang juga! bawakan yang banyak untukku. buat dia mau bekerja untuk sirkus!”,katanya dengan nada tinggi.

Dodo,anak buahnya menelan ludah ngeri mendengar perintah atasannya. “siap Pak!”,jawabnya tiba-tiba. dimana dia bisa temukan Koperi-koperi itu? sedangkan keberadaan Koperi saja masih misteri.

Dodo menyusuri rumah baru Pak Tona. ia sampai di loteng lantai tiga. Ia tak percaya dengan yang dilihatnya. tiga buah koper besar dan usang berjajar diselimuti debu. koper Koperi!,pikirnya. dibukanya koper itu dan ternyata benar. sayang sekali tiga koper besar itu kosong. pasti Koperi-koperi itu sedang pergi. Dodo menyusun rencana. dia akan sembunyi di salah satu sudut loteng itu menunggu para Koperi itu datang lalu menangkapnya tiba-tiba.

**

ayah dan ibu sudah temukan nenek. nenek tersesat di hutan sepulang dari pasar. mereka lalu segera pulang khawatir trunki yang ditinggal sendirian.

ditengah perjalanan mereka bertemu dengan beberapa Koperi lain yang mengabarkan rumah Pak Abu sudah dijual. yang membeli adalah seorang pengusaha sirkus yang sedang mencari Koperi-koperi baru untuk pertunjukannya. Koperi itu menyuruh ayah,ibu dan nenek untuk segera mengungsi jika tak ingin cepat mati.

ayah,ibu dan nenek bergegas pulang. mereka sangat mengawatirkan trunki. bagaimana kalau trunki tertangkap? mungkin dia akan disekap supaya mau ikut pertunjukan. jika tidak mau pastilah akan disiksa. ibu dan nenek berkali-kal menangis di jalan tanpa sadar.

sampai di rumah lama Pak Abu mereka bertiga menyusup ke lantai tiga. berhasil karena rumah itu sepi. sesampainya di loteng,Ibu langsung membuka koper trunki dan betapa kagetnya ketika tak mendapati trunki ada di dalam. ibu,nenek dan ayah saling berpelukan menangis bersama.

“anak nakal! sudah diingatkan supaya jangan keluar sembarangan…”,kata nenek lemah.

“salahku,seharusnya ada di sini bersamanya…”,sesal ibu.

“aku yang seharusnya tidak tersesat!”,nenek tak mau kalah.

mendengar ada suara tangisan,Dodo terbangun dari tidurnya di balik tumpukan buku bekas. dilihatnya ketiga Koperi yang sedang menangis. cepat-cepat diraihnya tali lalu membuat simpul besar yang cukup untuk mengikat mereka bertiga. ia menyergapnya dari belakang. sayang sekali hanya dua yang berhasil ditangkap. sadangkan yang satu… kemana perginya koperi yang satu itu?

tanpa disadari,ayah sudah berdiri di belakang Dodo. Lalu menyergap Dodo hingga dia tak bisa bergerak lagi.

“katakan dimana Trunki!” teriak ayah.

“ti…tii dakk taaau! sudah mati mungkin…tak ada koperi yang selamat dari rumah ini… sekarang lepaskan aku!”,kata Dodo.

demi keselamatan bersama,ayah,ibu dan nenek memutuskan untuk pergi dari rumah lama Pak Abu. sedangkan Dodo supaya tak bisa melacak keberadaan mereka,dimasukkan ke dalam koper trunki lalu menguncinya dari luar.

ayah,ibu dan nenek selamat. mereka pindah ke tempat baru. tempat yang yang lebih aman dari rumah lama Pak Abu.

ohh lalu trunki?? bagaimana dengan trunki?

setelah keluar dari rumah,trunki tersesat di jalan dan tak bisa pulang. sebagai koperi yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur,trunki mencari koper baru dan mendapati sebuah koper besar persegi. ia lalu masuk dan meringuk di dalamnya. tanpa ia tahu,koper itu dibawa menuju kapal dan berlayar entah kemana. trunki menyesal. seandainya saja dia mematuhi kata ayah,ibu dan neneknya waktu itu… seandainya dia berani bertanya alasan dia tidak boleh keluar rumah pasti akan dipatuhinya aturan itu dengan senang hati… dan seandainya saja dia tidak keluar dari rumah pagi itu…

koper itu terombang-ambing di atas laut dibawa ombak menuju takdir baru yang tak seorangpun tahu. esok pagi pasti para penumpang kapal dikejutkan oleh isi dalam koper ini,pikir trunki. mereka akan berteriak “TOLONG!ADA MANUSIA DI DALAM KOPER!!” atau jika trunki tidur terlalu nyenyak mereka pasti mengira ia sudah mati,akan berteriak: “TOLONG!ADA MAYAT DALAM KOPER!!”

3 Tanggapan ke “MANUSIA DALAM KOPER”

  1. ikankoi berkata

    cerpen yang bagus…
    klo boleh tahu manusia dalam koper itu seperti apa ya?

  2. sejutamakna berkata

    yang jelas bisa dilipat dan ditekuk-tekuk seukuran koper… hehe
    gak tau juga tuh belum pernah ketemu,Koperi hanya sejenis makhluk rekaan. wujud setengah manusia setengah peri… aku membayangkan mereka seperti The Borrower ttg manusia kerdil atau liliput yang tinggal di dalam rumah orang tanpa ketahuan. bedanya Koperi bentuknya normal sebesar manusia biasa

    hanya letupan ide yang muncul ketika mendengar berita maraknya mayat dalam koper. sungguh memprihatinkan…

  3. ekap08 berkata

    koperi, trungki.. memaki-maki mengapa kamu menceritakan keberadaaan aku ini, kini tingal aku sendiri.. mbuhahahaha
    mayat dalam koper atau koper didalam perut mayat? ehm..

    eh gimana kalo manusia di dalam koper ini ketemu manusia dalam kulkas :D

Tinggalkan Balasan