1
Malam ini malam tahun baru
Doni temanku dapat sepeda baru warna biru
Nino dan adiknya dapat boneka lucu
Aku dapat pistol mainan baru dari ayahku

2
malam ini malam tahun baru
ingin sekali aku melihat kembang api
tapi belum cukup umur untuk tidur larut malam
akhirnya sebelum malam larut
aku menyusup ke balik selimut
—ibu mengecup keningku
menutup korden
lalu mematikan lampu
membiarkan diri ditelan gelap
ditelan malam
ditelan mimpi
bersama pistol mainan baru
tergeletak di sampingku

3
ibu,
siapa mereka Bu?
aku melihat anak-anak kecil sepertiku berlarian dalam gelap malam membawa pistol besar
mereka bersembunyi di balik reruntuhan bangunan
mengintip lalu menembak
melepaskan suara gaduh di telinga
menggema-gema

ibu,
siapa mereka Bu?
aku melihat adik-adiknya yang lebih kecil menangis
ayah dan ibu mereka tidur pulas di atas tanah
terbujur beku
tak bergerak
dengan baju penuh warna merah
darah
banyak sekali

Ibu,
siapa mereka Bu?
Suasana gaduh sekali
kudengar seribu peluru melesat bertalu-talu tanpa ampun
manusia berlarian
anak-anak menjerit ketakutan

Ibu,
Kenapa mereka Bu?
Katanya perang sudah usai
Penindasan telah berakhir
dan hak-hak asasi dijunjung tinggi
Kenapa masih berperang?
Ratusan nyawa melayang
hilang dalam satu hitungan
menguapkan aroma kemanusiaan
hilang
tiada
lalu binasa

4
teman baruku itu bernama Amir
datang padaku membawa pistol panjang

kenapa tidak ditembakkan saja,tanyaku
dia tersenyum menoleh
“ini pistol sungguhan,teman
tunggu sampai musuh datang”

lalu kukatakan padanya kalau malam ini malam tahun baru
katanya di tahun baru orang-orang mulai harapan baru
cita-cita baru
lalu jadikan kegagalan sebagai pelajaran masa lalu

“malam ini malam tahun baru?”
aku mengangguk

“aku lupa
semua malam di sini sama saja
mencekam”,ucapnya pelan

kenapa tidak ada kembang api disini,tanyaku lagi
“di sini tidak ada kembang api. kami sedang berperang,teman”
perang? kata Pak Guru perang sudah tidak ada lagi perang. dunia sudah damai. manusia punya hak asasi. kenapa masih ada perang?

“ayo kemari ikut aku!”ajaknya
dia berlari menuju tanah lapang bekas runtuhan bangunan
apa yang akan kau lakukan,tanyaku
“aku akan buatkan kembang api untukmu
lihat ke atas!”

lalu dia melepaskan tiga tembakan ke udara
ke arah langit malam
memecah kesunyian
asap mengepul girang
“selamat tahun baru”
ucapnya memamerkan sederet giginya yang ompong satu

5
mataku terbuka pada dinding langit-langit kamar
jam batman menunjukkan tepat jam dua belas malam
tahun baru!
siluet kembang api berpendar-pendar diluar jendela
diiringi suara terompet dan ledakan membahana
—suara mirip seribu peluru
O, malam tahun baru

lalu teringat aku pada Amir
yang membuat kembang api untukku
dengan peluru
kudengar suara serupa
sayup-sayup hampir sama

–di belahan bumi lain
jauh disana
Amir melewati malam tahun baru bersama seribu peluru

1/2009


Tinggalkan Balasan